Minggu, 23 Januari 2011

Kompor Listrik


Kompor Ramah Lingkungan

Membatik sebuah proses panjang. Tentu tidak sekadar batik cap atau printing, tetapi seni batik tulis. Kompor untuk mencairkan malam atau lilin batik menjadi modal yang mesti disiapkan.
Namun, apa jadinya ketika kompor mungil itu harus terus membutuhkan minyak tanah sebagai bahan bakarnya? Minyak tanah semakin sulit diperoleh. Andaikan dapat diperoleh, harganya sudah melambung tinggi.
Perajin batik tentu tidak membayangkan, betapa harga minyak tanah menjadi pengeluaran tersendiri dalam proses membatik yang sangat gede. Terdorong oleh kebutuhan itu, Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta yang berada di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian menciptakan terobosan baru dengan menciptakan kompor listrik mungil khusus untuk kerajinan batik.
Penggunaan kompor listrik ini, akan mengurangi banyak biaya produksi. Soalnya, kompor listrik hanya menghabiskan listrik sekitar Rp 9.000 per bulan. Coba bandingkan dengan kompor minyak tanah yang menghabiskan Rp 100.000 per bulan. Di samping itu, kompor ini mempunyai system pengapian yang setabil dan dilengkapi dengan pengatur suhu. Jika temperature naik, maka otomatis akan menyesuaikan (turun sendiri). Kompor listrik sperti ini juga dapat diperoleh di toko peralatan Batik di Yogyakarta. Atau bisa didapatkan melalui Batik Sekar Kedhaton>> Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Tlp: 08132862827

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link and Banner Teman
Gurah Yusli's Blog Mari Belajar Batik Tulis GURAH blokinfo.blogspot.com > Edu's Blog >> Aciwan blogs For You >>> Regen's Weblog - Bisnis online,Tutorial blog,Tips dan trik,Review website dan Jurnal harian ::>> XNOCX | Informasi Seputar Selebriti :>> Batik Sekar Kedhaton :>>> t4belajarblogger.blogspot.com http://images.cooltext.com/2059010.gif

Mari Belajar Batik Tulis