Tampilkan postingan dengan label Batik Giriloyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batik Giriloyo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Mei 2015

Nuansa Biru Batik Tulis

Batik Tulis motif ringan dan sederhan dengan warna biru menawan. Flexibel dan fashionable, dirancang untuk busana yang cocok untuk pria-wanita. Kain primisima size 10 x 240 Cm nyaman dipakai dan merubah gaya  penampilan keluarga Nusantara. Dapatkan produk-produk batik tulis berkwalitas hanya di Batik Sekar Kedhaton Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta

Nuansa Biru Batik Tulis. Size 105 X 240 Cm
Minat Inbox/ Pin BB 5415646B


Batik Lasem

Motif Bantulan. Latar Galaran

Selasa, 24 Juli 2012

Kampung Batik Giriloyo

Nama Kampung Giriloyo kini kian bersemi. Di sinilah pusat industri batik dan wisata Budaya Imogiri terpelihara. Tidak hanya wisatawan lokal yang datang ke kampung ini. Pelancong dari Jepang, Amerika, dan Australia pun tak sungkan masuk ke gang-gang di Giriloyo.

Kampung Batik Giriloyo di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, memang sedang naik daun karena produksi batiknya menembus selera konsumen dari kelas lokal hingga internasional. Di sana ada sekitar 3.000 perajin batik.

Kini, hampir setiap rumah mempunyai ruang  membatik. Mau cari batik dengan harga Rp 300.000 hingga Rp 1 juta pun tersedia. Tergantung isi kantong dan selera. Rumitnya motif, kualitas bahan, dan lamanya pengerjaan, menjadi pertimbangan dalam menentukan harga. Terkadang untuk memproduksi batik tulis halus motif Sido Asih, Sido Mukti dengan warna sogan dibutuhkan waktu satu dua atau dua bulan.

Para perajin batik Giriloyo biasanya sudah turun temurun. Batik tulis memang agak rumit tapi lebih mempunyai nilai seni yang tinggi. Rata-rata pengrajin batik tulis Giriloyo mengerjakan batik tulisnya di rumah masing-masing, karena pekerjaan membatik  ini merupakan pekerjaan yang meski dibilang pokok namun juga merupakan pekerjaan sampingan.  Ya.. sampingan di sela-sela mengerjakan pekerjaan rumah tangga pada umumnya.

Di dusun Giriloyo ini ada sekitar 12 kelompok pengrajin batik yang tergabung dalam Paguyuban Batik Giriloyo. Para pekerjanya bekerja pukul 08.00-16.00 dari hari Senin hingga Sabtu. Seorang pekerja biasanya memegang tiga lembar kain. Motif yang biasa mereka buat adalah motif klasik.

Senin, 02 Juli 2012

Lestarikan Batik Giriloyo


Batik Motif Bantulan
Motif Kokrosono
Sido Mukti Boketan
Sido Asih
Sido Mukti
Motif Bunga Galaran
Batik merupakan kerajinan tangan yang mempunyai nilai tinggi. Apresiasi dari masyarakat yang tinggi membuat sejumlah sentra batik masih bertahan. Sebagian dari mereka ada yang berkembang, termasuk sentra kerajinan Batik Tulis Giriloyo yang ada di Imogiri Kabupaten Bantul.
Sebagai apresiasi terhadap perkembangan batik Bantul. Pada tanggal 1 Juli 2012 digelar Mahakarya Batik Bantul 2012. Tempatnya, berada di tengah sawah di daerah Babadan Bantul.
Ketua Panitia Mahakarya Batik Bantul 2012 Windu Baskoro mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud sumbangsih terhadap batik Bantul. Desainer dan pengrajin batik Giriloyo dan pengrajin batik Bantul diajak untuk kegiatan tersebut. Tidak hanya pagelaran saja, tetapi dibuat koperasi bagi pembatik di Bantul yang telah usai dibentuk pada bulan Juni 2012 di Gazebo Batik Giriloyo dan tercatat sekitar 24 pengrajin dan tokoh Batik Tulis di wilayah Bantul sebagai pendirinya.
Pada  acara Pagelaran Maha Karya  Batik Bantul, ada 10 paguyuban batik yang digandeng. Termasuk juga menggandeng desainer yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIJ untuk menampilkan karya busana batik Bantul ini.
Project Officer APPMI DIJ Philip Iswardono mengatakan, pagelaran di Mahakarya Batik Bantul 2012 ini menjadi satu acara pra fashion tendance untuk prediksi tren busana tahun depan. Pada pagelaran tersebut, 19 desainer dipastikan bergabung, di mana setiap desainer membawa lima karya busana dengan bahan dari Batik Giriloyo dan Batik Bantul  dengan berbagai motif.
Even ini bertepatan dengan acara APPMI DIJ, yaitu fashion tendance. Ketua APPMI DIJ Lia Mustafa mengatakan, batik merupakan warisan adiluhung yang patut dilestarikan. Kegiatan ini diharapkan menjadikan pembatik di Giriloyo Wukirsari Imogiri Bantul bisa dikenal luas dan meningkat dari sisi ekonomi.  Harapannya, kegiatan ini berlanjut. Karena banyak motif batik Bantul yang memiliki ciri khusus dengan motif-motif Klasiknya untuk Batik di Giriloyo seperti Sido Mukti, Sido Asih, Wahyu Temurun, Kokrosono dan motif-motif galaran serta grinsingnya untuk Batik-batik Bantul.

Minggu, 01 Juli 2012

Foto Seputar Gazebo Batik Giriloyo

Gazebo 1
Kenag-kenangan dari direktur Lembaga Pengembangan Wilayah (Jatim)
Gazebo Batik Giriloyo
Jogja di antara Gazebo-gazebo Batik Giriloyo
Anak Pengrajin Batik Giriloyo

Di sela-sela Sarasehan

Tiba di Gazebo Batik Giriloyo



Selasa, 26 Juni 2012

Kunjungan di sentra Batik Giriloyo

Selasa, 26 Juni 2012 Yayasan Anak dari Jakarta mengunjungi sentra Batik Tulis di Giriloyo. Jadwal direncanakan tiba di Gazebo Batik Giriloyo sekitar pukul 14.000. Para pengrjin batik sudah siap-siap menyambut mereka dengan mendisplay produk (Batik Tulis) dengan berankea motif.  Sembari menunggu mereka datang, kami (para pengrajin Batik Tulis Giriloyo) menyambut Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta beserta dosen pendamping yang diketuai oleh Bapak Jhoni Simanjuntak  dan Bapak Toni. 
Tamu Kunjungan dari Yayasan Anak

Dalam kesempatan itu disampaikan oleh Bapak Toni bahwa Mereka (Para Mahasiswa) tersebut akan mengadakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di sentra kerajinan Batik Tulis Giriloyo selama 2 minggu terhitung mulai tanggal 2 Juli 2012, selain itu sebenarnya ada banyak hal yang akan disampaikan baik dari dosen pendamping maupun oleh Mahasiswa dalam kaitannya dengan program yang akan dilaksanakan selama KKP, akan tetapi karena waktunya berbenturan dengan jadwal kunjungan Yayasan Anak dari Jakarta maka kesempatan yang kami berikan sangat terbatas, kawatir jika baru seru-serunya mereka menyampaikan rencana program KKP kemudian tamu kunjungan tiba-tiba datang.Diskusipun kami hentikan setelah jam 15.000,- yang berarti 1 jam mundur dari jadwal kedatangan yang semula direncanakan jam 14.000,- 

Ahirnya rombongan Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pamit meninggalkan Gazebo Batik Tulis Giriloyo. Suasanapun semakin lenggang. Menunggu-dan terus menunggu sembari membenahi kain Batik di gawangan/alat display yang tersapu oleh kencangnya angin. "sido ora iki" (Jadi tidak ini-Red) selaksa kata tanya terdengar dari salah seorang pengrajin batik tulis Giriloyo yang sejak pukul 12 sudah siap dan mendisplay produk batiknya di Gazebo Batik Tulis Giriloyo. Matahripun berlahan bergulir dan sinarnyapun mulai redup dan ahirnya benar-benar gelap. Tampak di sudut timur Gazebo Batik, salah seorang dari sekian banyak pengrajin Batik tulis Giriloyo melipat kain Batiknya.. satu demi satu dilipat dan dimasukkan dalam  .koper.. "Saya Pulang dulu ya" dengan perasaan agak kecewa dia mengayunkan kakinya dan pamit pulang mendahului teman-teman yang lain. Tak lama kemudian terdengar suara Adzan Magrib. Keyakinanku mengatakan bahwa ini benar-benar tidak jadi datang, begitu juga dengan teman-teman pengrajin yang lain yang mayoritas mereka adalah Ibu-ibu.  

Di tengah-tengah kecemasan namun masih juga tersisa harap terdengar deru mesin Bus. serentak mereka berdiri dan menuju display masing-masing sembari berucap "Alhamdulillah jadi datang". dan tidak sia-sia mereka menunggu dari mulai Matahari Tegak hingga matahari tidak nampak. Tak sia-sia mereka mendisplay produk batiknya sedemikian rapi hingga menjadi sedemikian ironi... Hehehee tak sehelai kain batikpun dibeli....

Rabu, 12 Oktober 2011

Batik Giriloyo

Membatik adalah salah satu kegiatan bagi para Ibu di dusun Giriloyo.. Hampir 100% Ibu-ibu dan kaum perempuan di Giriloyo sebagai pengrajin batik. Hal ini dilakukan sejak nenek moyang..
Konon, desa yang sekarang dikenal sebagai Wukirsari adalah gabungan dari desa-desa kecil, yaitu Giriloyo, Pucung, Singosaren dan Kedungbuweng. Penduduknya masing-masing mempunyai aktivitas tersendiri, terutama Giriloyo, Pucung, dan Singosaren, sehingga desa-desa tersebut menjadi terkenal karena keahlian yang dimiliki oleh penduduknya. Dalam hal ini Giriloyo terkenal dengan batiknya, Pucung terkenal dengan kerajinan kulit dan anyaman bambunya, dan Singosaren terkenal dengan gentengnya.

Asal usul batik tulis Giriloyo konon berawal bersamaan dengan berdirinya makam raja-raja di Imogiri yang terletak di bukit Merak pada tahun 1654. Pada waktu itu, ketika Sultan Agung (cucu Panembahan Senopati) berniat membangun makam, beliau menemukan bukit yang tanahnya berbau harum dan dirasa cocok untuk dibuat makam. Namun, ketika pemakaman sedang dibangun, pamannya yang bernama Panembahan Juminah menyatakan keinginannya untuk turut dimakamkan di tempat itu. Ternyata yang meninggal duluan adalah pamannya. Oleh karena itu, yang pertama kali menempati makam tersebut adalah pamannya dan bukan Sultan Agung. Sultan Agung pun kecewa karena sebagai penguasa atau raja seharusnya yang pertama kali dimakamkan di situ adalah dirinya. Untuk menetralisir kekecewaan, Sultan Agung mengalihkan pembangunan calon makam untuk dirinya di bukit lain yang oleh penduduk setempat dinamakan “Bukit Merak” yang berada di Dusun Pajimatan wilayah Girirejo11.

Sejalan dengan berdirinya makam raja-raja di Imogiri ini maka perlu tenaga yang bertanggung jawab untuk memelihara dan menjaganya. Untuk itu, keraton menugaskan abdi dalem yang dikepalai oleh seorang yang berpangkat bupati. Oleh karena banyak abdi dalem yang bertugas memeliharanya, sehingga sering berhubungan dengan keraton, maka kepandaian membatik dengan motif batik halus keraton berkembang di wilayah ini. Kemudian, keterampilan membatik itu diwariskan kepada anak atau cucu perempuannya.
Motif Kunir Pita
Seiring dengan pesanan keraton yang semakin banyak, sementara jumlah perajian batik yang ada di Pajimatan terbatas (tidak memadai), mereka mendatangkan tenaga-tenaga dari Giriloyo. Dan, bagi penduduk Giriloyo itu merupakan suatu keberuntungan karena mereka bisa ngangsu kaweruh tentang batik di Pajimatan sebelum mereka berusaha sendiri. Apalagi, pengerjaannya dilakukan di rumah masing-masing. Artinya, kain yang akan dibatik dibawa pulang ke Giriloyo, kemudian (setelah jadi) disetorkan ke Pajimatan. Inilah yang kemudian membuat nama Giriloyo lebih mencuat ketimbang Pajimatan.

Kamis, 08 April 2010

ISTILAH BATIK

Batik secara etimologis merupakan istilah asli tradisional Jawa dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik". Dari istilah ini Batik mengacu pada dua pengertian ; yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Dalam istilah internasional "Batik is an Indonesian traditional word and refers to a generic wax-resist dyeing technique used on fabric
Batik sebagai kata benda adalah "a dyed fabric; a removable wax is used where the dye is not wanted", batik (dye with wax), sebagai kata karja bermakna "Indonesian fabrics are often batiked" (http://wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn?s=batik). Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.
Link and Banner Teman
Gurah Yusli's Blog Mari Belajar Batik Tulis GURAH blokinfo.blogspot.com > Edu's Blog >> Aciwan blogs For You >>> Regen's Weblog - Bisnis online,Tutorial blog,Tips dan trik,Review website dan Jurnal harian ::>> XNOCX | Informasi Seputar Selebriti :>> Batik Sekar Kedhaton :>>> t4belajarblogger.blogspot.com http://images.cooltext.com/2059010.gif

Mari Belajar Batik Tulis