Ada banyak sekali motif batik yang dikembangkan di Giriloyo (Yogyakarta).
Lebih dari 400 motif Batik Yogyakarta yang sampai saat ini masih diproduksi
oleh pengrajin-pengrajin batik di Giriloyo. Motif sebanyak itu membuktikan
bahwa batik di Yogyakarta sangat potensial sebagai ikon budaya.
Ada pun motif-motif batik Yogya yang
klasik di antaranya adalah motif parang, motif geometri, motif banji, motif
tumbuhan menjalar, motif tumbuhan air, motif bunga, motif satwa, dan lain-lain.
![]() |
| Motif Pisang Bali |
Motif Batik Yogya tidak sembarang
motif. Setiap motif yang tergores di atas batik sarat akan filosofi. Misalnya,
Sido Asih bermakna si pemakai selalu diliputi kasih sayang dalam berumah
tangga. Truntum berarti cinta yang bersemi. Ratu Ratih dan Semen Roma
melambangkan kesetiaan seorang isteri. Dan masih banyak lagi.
Warna Khas Batik Yogya
Warna batik Yogya dominan warna alam
dan cenderung gelap. Ada dua macam warna latar kain batik Yogyakarta, yaitu
hitam dan putih (mori). Warna ragam hias pada batik Yogyakarta umumnya putih,
biru tua kehitaman (Kelengan), dan coklat soga. Sementara itu, sered atau
pinggiran kain diusahakan tidak kemasukan soga atau pewarna. Oleh sebab itu,
pinggiran batik Yogyakarta berwarna kain latar.
Sentra Kerajinan Batik
Sentra kerajinan batik yang paling
terkenal di Yogyakarta adalah Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri,
Kabupaten Bantul. Desa Wukirsari
merupakan wilayah kalurahan yang terdiri dari 16 Dusun. Peduduk desa-desa itu
mempunyai keahlian yang berbeda-beda. .seperti di dusun Pucung dan nogosari, penduduknya mayoritas mempunyai
potensi produksi wayang kulit,/ tatah sungging dan anyaman bambu.
Dari ke 16 dusun ini ada beberapa
dusun yang sampai saat ini masih setia melestarikan warisan budaya adi luhung
(Batik Tulis). Di antaranya adalah: Giriloyo, Karangkulon, Cengkehan dan
Kedugbuweng. Penduduk Giriloyolah yang mahir membatik. Batik halus Giriloyo
sangat terkenal kualitasnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar