Tampilkan postingan dengan label Batik Tulis Giriloyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batik Tulis Giriloyo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2012

Batik Tilis Giriloyo: Warna Alam Soga Coklat


Batik Tulis Giriloyo adalah batik tulis yang diproduksi di dusun Giriloyo. Hampir semua batik tulis yang diproduksi di Giriloyo adalah batik tulis klasik atau batik tulis dengan motif-motif tradisional yang sarat akan makna serta filosofi. Kalau dahulu pengrajin batik tulis Giriloyo hanya sebatas memproduksi  batik  (membuat batik), selesai  menjadi “Batikan” kemudian dijual pada pengepul (juragan-juragan) di wilayah kota Yogyakarta. Lain dengan lima tahun terahir, mereka (perajin batik tulis Giriloyo) sekarang telah memproduksi batik  dari proses desain sampai  proses pewarnaan.
Pewarnaan yang digunakan di sentra batik tulis Giriloyo saat ini adalah pewarnaan  sintetis yang kebanyakan menggunakan zat pewarna Naptol dan pewarna alami. Untuk pewarnaan alami, perajin batik tulis Giriloyo banyak menggunakan bahan warna alam yang didapat di lingkungan sekitar, seperti kulit mahoni, daun mangga, daun jambu dan tumbuh-tumbuhan lain yang bisa digunakan untuk bahan pewarna.  Keculai tingi, jambal, jolawe dan indigo mereka masih membeli di toko penyedia bahan pewarna batik.
Untuk membuat batik dengan warna biru merekamasih perlu membeli obat (pewarna) indigo. Sebab  di Giriloyo masih susah untuk mendapatkan bahan pewarna tersebut di lingkungan sekitar.  Sedangkan untuk memproduksi warna coklat  tidak susah untuk mendapatkannya. Kecuali  untuk warna Soga coklat masih membeli di toko  perlengkapan batik.  Warna soga coklat ini didapatkan dari campuran bebrapa zat warna, seperti: Kulit kayu tingi yang memberi efek warna merah, kulit pohon jambal dengan efek warna merah kecoklatan, dan kayu Tegeran yang akan menghasilkan warna kuning. Ketiga zat warnatersebut dicampur menjadi satu maka akan menghasilkan Warna Soga COkLAT.  Dan untuk mendapatkan  warna soga yang diinginkan  tergantung dari komposisi campuran ketiga bahan tersebut.  Sebagai contoh warna soga coklat dibuat dafri campuran:
Kulit Kayu Tingi                  :  5 Kg
Kulit kayu jambal              :  10 Kg
Kulit tegeran                      :  3 Kg.

Bahan-bahan tersebut dipotong kecil-kecil, dicuci, kemudian direbus dan disaring untuk diambil ekstraksnya. Ekstrak atau air sari soga ini setelah dingin siap untuk digunakan untuk menyoga atau untuk pencelupan kain.
Cara Pencelupan:
Bahan/kain dimasukkan ke dalam larutan soga, direndam selama kurang lebih 15 menit dan ditiriskan. Pencelupan dilakukan berulang-ulang sampai memperoleh warna soga sesuai yang dikehendaki.
Fiksasi zat warna alam Soga:
Fiksasi fungsinya untuk mengikat warna pada kain.  Fiksator yang dibutuhkan untuk soga coklat tersebut adalah larutan kapor tohor (CaCo3) .  50 gram kapor tersebut dilarutkan dalam air 1 liter, setelah mengendap larutan dipisahkan. Kain direndam ke dalam larutan air kapor selama kurang lebih 20 menit, lalu ditiskan. Setelah kering baru kemudian dicuci dengan air bersih dan Jadilah kain batik dengan warna soga yang elegan.

Selasa, 24 Juli 2012

Kampung Batik Giriloyo

Nama Kampung Giriloyo kini kian bersemi. Di sinilah pusat industri batik dan wisata Budaya Imogiri terpelihara. Tidak hanya wisatawan lokal yang datang ke kampung ini. Pelancong dari Jepang, Amerika, dan Australia pun tak sungkan masuk ke gang-gang di Giriloyo.

Kampung Batik Giriloyo di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, memang sedang naik daun karena produksi batiknya menembus selera konsumen dari kelas lokal hingga internasional. Di sana ada sekitar 3.000 perajin batik.

Kini, hampir setiap rumah mempunyai ruang  membatik. Mau cari batik dengan harga Rp 300.000 hingga Rp 1 juta pun tersedia. Tergantung isi kantong dan selera. Rumitnya motif, kualitas bahan, dan lamanya pengerjaan, menjadi pertimbangan dalam menentukan harga. Terkadang untuk memproduksi batik tulis halus motif Sido Asih, Sido Mukti dengan warna sogan dibutuhkan waktu satu dua atau dua bulan.

Para perajin batik Giriloyo biasanya sudah turun temurun. Batik tulis memang agak rumit tapi lebih mempunyai nilai seni yang tinggi. Rata-rata pengrajin batik tulis Giriloyo mengerjakan batik tulisnya di rumah masing-masing, karena pekerjaan membatik  ini merupakan pekerjaan yang meski dibilang pokok namun juga merupakan pekerjaan sampingan.  Ya.. sampingan di sela-sela mengerjakan pekerjaan rumah tangga pada umumnya.

Di dusun Giriloyo ini ada sekitar 12 kelompok pengrajin batik yang tergabung dalam Paguyuban Batik Giriloyo. Para pekerjanya bekerja pukul 08.00-16.00 dari hari Senin hingga Sabtu. Seorang pekerja biasanya memegang tiga lembar kain. Motif yang biasa mereka buat adalah motif klasik.

Selasa, 26 Juni 2012

Kunjungan di sentra Batik Giriloyo

Selasa, 26 Juni 2012 Yayasan Anak dari Jakarta mengunjungi sentra Batik Tulis di Giriloyo. Jadwal direncanakan tiba di Gazebo Batik Giriloyo sekitar pukul 14.000. Para pengrjin batik sudah siap-siap menyambut mereka dengan mendisplay produk (Batik Tulis) dengan berankea motif.  Sembari menunggu mereka datang, kami (para pengrajin Batik Tulis Giriloyo) menyambut Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta beserta dosen pendamping yang diketuai oleh Bapak Jhoni Simanjuntak  dan Bapak Toni. 
Tamu Kunjungan dari Yayasan Anak

Dalam kesempatan itu disampaikan oleh Bapak Toni bahwa Mereka (Para Mahasiswa) tersebut akan mengadakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di sentra kerajinan Batik Tulis Giriloyo selama 2 minggu terhitung mulai tanggal 2 Juli 2012, selain itu sebenarnya ada banyak hal yang akan disampaikan baik dari dosen pendamping maupun oleh Mahasiswa dalam kaitannya dengan program yang akan dilaksanakan selama KKP, akan tetapi karena waktunya berbenturan dengan jadwal kunjungan Yayasan Anak dari Jakarta maka kesempatan yang kami berikan sangat terbatas, kawatir jika baru seru-serunya mereka menyampaikan rencana program KKP kemudian tamu kunjungan tiba-tiba datang.Diskusipun kami hentikan setelah jam 15.000,- yang berarti 1 jam mundur dari jadwal kedatangan yang semula direncanakan jam 14.000,- 

Ahirnya rombongan Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pamit meninggalkan Gazebo Batik Tulis Giriloyo. Suasanapun semakin lenggang. Menunggu-dan terus menunggu sembari membenahi kain Batik di gawangan/alat display yang tersapu oleh kencangnya angin. "sido ora iki" (Jadi tidak ini-Red) selaksa kata tanya terdengar dari salah seorang pengrajin batik tulis Giriloyo yang sejak pukul 12 sudah siap dan mendisplay produk batiknya di Gazebo Batik Tulis Giriloyo. Matahripun berlahan bergulir dan sinarnyapun mulai redup dan ahirnya benar-benar gelap. Tampak di sudut timur Gazebo Batik, salah seorang dari sekian banyak pengrajin Batik tulis Giriloyo melipat kain Batiknya.. satu demi satu dilipat dan dimasukkan dalam  .koper.. "Saya Pulang dulu ya" dengan perasaan agak kecewa dia mengayunkan kakinya dan pamit pulang mendahului teman-teman yang lain. Tak lama kemudian terdengar suara Adzan Magrib. Keyakinanku mengatakan bahwa ini benar-benar tidak jadi datang, begitu juga dengan teman-teman pengrajin yang lain yang mayoritas mereka adalah Ibu-ibu.  

Di tengah-tengah kecemasan namun masih juga tersisa harap terdengar deru mesin Bus. serentak mereka berdiri dan menuju display masing-masing sembari berucap "Alhamdulillah jadi datang". dan tidak sia-sia mereka menunggu dari mulai Matahari Tegak hingga matahari tidak nampak. Tak sia-sia mereka mendisplay produk batiknya sedemikian rapi hingga menjadi sedemikian ironi... Hehehee tak sehelai kain batikpun dibeli....
Link and Banner Teman
Gurah Yusli's Blog Mari Belajar Batik Tulis GURAH blokinfo.blogspot.com > Edu's Blog >> Aciwan blogs For You >>> Regen's Weblog - Bisnis online,Tutorial blog,Tips dan trik,Review website dan Jurnal harian ::>> XNOCX | Informasi Seputar Selebriti :>> Batik Sekar Kedhaton :>>> t4belajarblogger.blogspot.com http://images.cooltext.com/2059010.gif

Mari Belajar Batik Tulis