(Seri Pendidikan Pusaka Untuk
Anak)
Dulu, batik hanya diajarkan
kepada putrid-putri di dalam tebok Kraton. Tujuannya bukan semata-mata agar
perempuan mempunyai keahlian menghasilkan karya selembar Nyamping atau kempuh. Paling utama adalah
member tuntunan menghadapi hidup, karena membatik dimulai dari pekerjaan yang
paling mudah hingga paling rumit. Tidak hanya itu, membatik juga berguna untuk
melatih kesabaran, ketekunan, dan kecermatan.
Kini, batik juga diajarkan di
sekolah. Tujuannya pun sama, yaitu tidak semata-mata untuk menghasilkan
pembatik, tetapi untuk memperkokoh ilmu pengetahuan yang didapat di sekolah .
Penguasaan ilmu pengetahuan yang didapat di sekolah. Penguasaan ilmu yang
didukung dengan sikap sabar, tekun, dan cermat dipercaya akan menghasilkan generasi yang bertanggung jawab dan
berkualitas. Karena itulah, pengetahuan membatik menjadi pusaka, Pengetahuan
tentang membatik ini dikemas dalam bentuk buku. Merupakan buku belajar membatik
yang dikemas dalam bentuk cerita bergambar.
Buku ini disajikan agar anak-anak mengenal, memahami, dan peduli terhadap warisan budaya adiluhung (Batik)
ini. “……..Anak-anak, orangtua, guru
dipersilahkan memanfaatkan berbagai buku seri ini, Masukan koreksi dan
perbaikan sangat diharapkan…” demikian sepenggal kalimat yang disampaikan oleh Laretna T. Adishakti
(Ketua Tim Pendidikan Pusaka BPPI dalam
pengantar buku tersebut.
Buku yang diterbitkan oleh Badan
Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) bekerja sama dengan Ertgoed Nederlant (EN) ini bercerita tentang
perjalanan para siswa di sebuah kampong batik di Giriloyo, yang sebelumnya para
siswa diperkenalkan apa itu batik, apa alat-alat dan bahan serta bagaimana cara
membatik.
Penulis buku ini adalah Sofhanah, S.Pd.I , yang lahir di Bantul pada tanggal
26 April 1976, tepatnya di sebelah utara makam raja-raja Mataram di Imogiri. Ia
menamatkan pendidikan tinginya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Fakultas
Tarbiyah dan memperoleh gelar S.Pd.I. (2007). Saat ini ia dipercaya oleh
Kementerian Agama Kabupaten Bantul untuk menjadi guru agama serta pengampu
ekstra kegiatan batik untuk siswa-siswi pada Madrasah Ibtidaiyah Giriloyo.
Sampai saat ini ia menjadi pengurus aktif KUB Batik Sekar Kedhaton Giriloyo,
wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, dan pada tahun 2008 bergabung dengan
BPPI yang mempunyai kepedulian terhadap asset-aset budaya (Haritage) pusaka
leluhur bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar