Batik Tulis Giriloyo adalah batik
tulis yang diproduksi di dusun Giriloyo. Hampir semua batik tulis yang
diproduksi di Giriloyo adalah batik tulis klasik atau batik tulis dengan
motif-motif tradisional yang sarat akan makna serta filosofi. Kalau dahulu
pengrajin batik tulis Giriloyo hanya sebatas memproduksi batik (membuat batik), selesai menjadi “Batikan” kemudian dijual pada
pengepul (juragan-juragan) di wilayah kota Yogyakarta. Lain dengan lima tahun
terahir, mereka (perajin batik tulis Giriloyo) sekarang telah memproduksi
batik dari proses desain sampai proses pewarnaan.
Pewarnaan yang digunakan di
sentra batik tulis Giriloyo saat ini adalah pewarnaan sintetis yang kebanyakan menggunakan zat
pewarna Naptol dan pewarna alami. Untuk pewarnaan alami, perajin batik tulis
Giriloyo banyak menggunakan bahan warna alam yang didapat di lingkungan
sekitar, seperti kulit mahoni, daun mangga, daun jambu dan tumbuh-tumbuhan lain
yang bisa digunakan untuk bahan pewarna. Keculai tingi, jambal, jolawe dan indigo
mereka masih membeli di toko penyedia bahan pewarna batik.
Untuk membuat batik dengan warna
biru merekamasih perlu membeli obat (pewarna) indigo. Sebab di Giriloyo masih susah untuk mendapatkan
bahan pewarna tersebut di lingkungan sekitar.
Sedangkan untuk memproduksi warna coklat
tidak susah untuk mendapatkannya. Kecuali untuk warna Soga coklat masih membeli di
toko perlengkapan batik. Warna soga coklat ini didapatkan dari
campuran bebrapa zat warna, seperti: Kulit kayu tingi yang memberi efek warna
merah, kulit pohon jambal dengan efek warna merah kecoklatan, dan kayu Tegeran
yang akan menghasilkan warna kuning. Ketiga zat warnatersebut dicampur menjadi
satu maka akan menghasilkan Warna Soga COkLAT.
Dan untuk mendapatkan warna soga
yang diinginkan tergantung dari
komposisi campuran ketiga bahan tersebut.
Sebagai contoh warna soga coklat dibuat dafri campuran:
Kulit Kayu Tingi : 5 Kg
Kulit kayu jambal : 10 Kg
Kulit tegeran :
3 Kg.
Bahan-bahan tersebut dipotong
kecil-kecil, dicuci, kemudian direbus dan disaring untuk diambil ekstraksnya. Ekstrak
atau air sari soga ini setelah dingin siap untuk digunakan untuk menyoga atau
untuk pencelupan kain.
Cara Pencelupan:
Bahan/kain dimasukkan ke dalam
larutan soga, direndam selama kurang lebih 15 menit dan ditiriskan. Pencelupan
dilakukan berulang-ulang sampai memperoleh warna soga sesuai yang dikehendaki.
Fiksasi zat warna alam Soga:
Fiksasi
fungsinya untuk mengikat warna pada kain. Fiksator yang dibutuhkan untuk soga coklat
tersebut adalah larutan kapor tohor (CaCo3) . 50 gram kapor tersebut dilarutkan dalam air 1
liter, setelah mengendap larutan dipisahkan. Kain direndam ke dalam larutan air
kapor selama kurang lebih 20 menit, lalu ditiskan. Setelah kering baru kemudian
dicuci dengan air bersih dan Jadilah kain batik dengan warna soga yang elegan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar