Dalam mendesain
busana unsur-unsur dan prinsip-prinsip desain hendaklah
diperhatikan. Kedua elemen tersebut sangat menentukan bagaimana hasil desain
busana yang kita buat. Dengan adanya unsur desain kita dapat melihat wujud dari
desain yang kita buat dan dengan memperhatikan prinsip-prinsip desain, sebuah
desain yang kita ciptakan dapat lebih indah dan sempurna.
Pada desain busana setiap unsur atau karya yang kita tuangkan
hendaklah mudah dibaca atau dipahami desainnya oleh orang lain dan sesuai
dengan siapa orang yang akan memakainya. Hal ini penting karena setiap orang
mempunyai bentuk tubuh yang tidak sama sehingga untuk menutupi kekurangan atau
menonjolkan kelebihan sipemakai dapat kita gunakan unsur-unsur dan
prinsip-prinsip desain di atas.
a. Penerapan unsur-unsur desain pada busana
Garis
merupakan unsur yang pertama yang sangat penting dalam desain karena dengan
garis kita dapat menghasilkan sebuah rancangan busana yang menarik selain
unsur-unsur desain lainnya.
Garis
busana yang perlu diperhatikan yaitu berupa siluet pakaian atau garis luar
pakaian dan garis bagian-bagian busana seperti kerah, lengan, garis hias (garis
princes, garis empire, dll) dan lain-lain.
Siluet pakaian dibuat hendaklah disesuaikan dengan bentuk tubuh sipemakai dan sesuai dengan trend mode saat itu. Seperti untuk orang yang bertubuh kurus hendaknya jangan menggunakan siluet I karena memberi kesan lebih kurus, begitu juga sebaliknya orang yang bertubuh gemuk hendaklah menghindari pakaian dengan siluet S karena gelombang-gelombang pada pakaian memberi kesan tambah menggemukkan. Begitu juga dengan warna dan tekstur serta unsur-unsur lainnya. Warna dan tekstur ini perlu disesuaikan dengan banyak faktor seperti warna kulit, kesempatan pemakaian, bentuk tubuh dan lain-lain. Jadi setiap sifat atau watak dari masing-masing unsur dapat dimanfaatkan untuk menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan yang dimiliki sipemakai.
Seorang
perancang atau desainer juga harus mempunyai pengetahuan
tentang menjahit agar dapat menuangkan idenya dengan lebih kreatif dan
rancangan ini dapat dibuat menjadi sebuah pakaian, dengan kata lain setiap
garis-garis busana yang dibuat benar-benar dapat diwujudkan menjadi benda yang
sesungguhnya.
Jadi
setiap garis atau bentuk yang dirancang tidak hanya indah di atas kertas saja
tetapi orang lain juga dapat memahami desainnya untuk diwujudkan ke bentuk yang
sebenarnya.
b. Penerapan prinsip-prinsip desain pada busana
Setiap
unsur-unsur desain disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah
rancangan yang indah. Namun ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Agar susunan
setiap unsur ini indah maka diperlukan cara-cara tertentu yang dikenal
dengan prinsip-prinsip desain sebagaimana
sudah dijelaskan terdahulu. Setiap prinsip ini tidak digunakan secara
terpisah-pisah melainkan satu kesatuan dalam suatu desain. Prinsip-prinsip ini
yaitu harmoni, proporsi, balance, irama, aksen dan unity.
Sebuah
desain yang dirancang tentunya ada ide-ide yang ditonjolkan. Misalnya ide
busana wanita dengan lipit-lipit. Maka agar busana tersebut terlihatharmoni (serasi) maka bagian busana hendaklah juga
menggunakan lipit yang bila dilihat tidak terlalu berlebihan. Janganlah
menggunakan lipit pada rok kemudian kerut pada lengan, tentunya akan terlihat
tidak harmoni. Begitu juga garis hias. Apabila kita menggunakan garis yang
melengkung, sebaiknya juga disesuaikan dengan garis leher atau bentuk kerah dan
juga ujung bawah pakaian. Pilihlah kerah atau ujung bawah baju yang bagian
ujungnya juga melengkung sehingga terlihat serasi.
Begitu
juga dengan prinsip proporsi. Agar setiap bagian
terlihat proporsional, susunlah setiap bagian tersebut dengan baik. Misalnya
orang yang bertubuh kurus, jangan gunakan motif yang membuatnya tambah kurus
atau motif garis vertikal dan lain-lain. Penempatan setiap bagian juga perlu
diperhatikan keseimbangannya (balance), misalnya keseimbangan simetris atau
asimetris.
Irama
pada desain juga perlu diperhatikan. Ada beberapa cara yang dapat digunakan
untuk menentukan irama pada desain sebagaimana sudah
dijelaskan terdahulu. Kita bisa memilih salah satu irama pada pakaian yang
diinginkan misalnya ada pengulangan bentuk seperti ada rimpel kecil yang dibuat
pada garis leher maka diberi pengulanganya dengan membuat rimpel kecil juga
pada ujung lengan. Kita bisa memilih salah satu irama yang diinginkan. Hal yang
tidak kalah pentingnya adalah adanya kesatuan pada setiap unsur yang ada dalam desain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar